Teori Khemostatik Dan Thermostatik Ayam

Sabung Ayam Online – Ayam merupakan salah satu unggas yang sangat dekat dengan manusia. Ayam juga sangat digemari oleh hampir dari seluruh kalangan. Namun dibalik itu, apakah kita sudah mengetahui teori mengenai ayam ? Atau kita hanya sebatas mengetahui ayam itu adalah ayam ? Ternyata ayam juga memiliki beberapa teori juga. Berikut adalah teori khemostatik dan thermostatik ayam.

Mengetahui Teori Khemostatik Dan Thermostatik Ayam

Teori Khemostatik Dan Thermostatik Ayam

Teori khemostatik merupakan teori dimana hewan makan untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya. Sedangkan untuk teori thermostatik adalah teori hewan makan untuk mempertahankan suhu tubuhnya. Energi makanan yang dimakan ayam biasanya digunakan sebagai alternatif untuk :

– Sebagai persiapan untuk rutinitas.

– Dapat diubah menjadi panas.

– Dapat juga dicadangkan dalam jaringan tubuh.

Apabila energi makanan yang dimakan sudah tercapai untuk kebutuhan perkembangan ayam biasanya disimpan sebagai lemak. Kelebihan energi tidak dapat disekresikan oleh tubuh ayam. Energi disimpan dalam karbohidrat, lemak dan juga protein dari pakan. Semua pakan tadi mengandung karbon dan hidrogen dalam bentuk yang dapat diolah menjadi karbondioksida dan air.

Jumlah panas yang tercipta ketika makanan dibakar secara sempurna disebut Energi Bruto dari makanan. Persentase Energi Bruto yang dapat dimanfaatkan oleh ayam untuk mendukung proses metabolisme. Ini juga tergantung akan kemampuan ayam dalam menyerap bahan makanan tersebut. Berikut penjelasan singkat mengenai teori khemostatik dan thermostatik ayam.

1. Teori Khemostatik

Hipotalamus bertugas mengatur berbagai sekresi zat makanan dari makanan yang dicerna, penyerapan dan pengantaran zat makanan. Berdasarkan teori khemostatik, naiknya konsentrasi substansi tertentu dapat memberikan sinyal agar berhenti makan. Sedangkan sebaliknya, jika konsentrasi rendah maka menyebabkan ayam mulai makan.

Kenyang atau laparnya ayam ditentukan oleh glukosa. Jika konsentrasi glukosa darah rendah dan disuntik insulin, maka ayam merasakan lapar. Namun sebaliknya, setelah selesai makan konsentrasi glukosa akan naik yang menyebabkan ayam akan berhenti makan.

2. Teori Thermostatik

Teori thermostatik berpusat bahwa ayam makan untuk mempertahankan suhu tubuh dan akan berhenti untuk mencegah hypothermia. Panas yang diproduksi tersebut merupakan tanda dalam mengatur makan. Thermoreceptor sensitif pada perubahan panas terjadi di anterior hipothalamus dan juga di periperal kulit. Contohnya pada daerah yang panas ayam akan mengurangi porsi makannya untuk menurunkan produksi panas.

Demikian penjelasan singkat mengenai teori khemostatik dan thermostatik ayam. Semoga bermanfaat.

Untuk kalian yang gemar bermain sabung ayam online, kalian dapat mengunjungi situs kami di 12onlinegaming untuk info lebih lanjutnya.

 

Baca juga : Misteri Ayam Berkokok Di Pagi Hari