Proses Perkembangan Sebutir Telur

Sabung Ayam Online – Dalam perawatan ayam dari kecil hingga besar, kita harus benar-benar memperhatikan ayam dan memenuhi keperluan ayam. Ini dilakukan agar ayam dapat tumbuh dengan optimal. Tapi tahukah kalian pada saat ayam masih berbentuk sebutir telur bagaimana proses pembentukan embrio ayam sampai dapat berkembang demikian ? Berikut ini kita akan membahas proses perkembangan sebutir telur.

Mengetahui Proses Perkembangan Sebutir Telur

Proses Perkembangan Sebutir Telur
Setelah proses perkawinan dan masa bertelur, tiba waktu saat ayam betina akan mengalami masa pengeraman telurnya. Masa pengeraman telur tersebut berlangsung selama 21 hari. Pada 21 hari tersebut merupakan masa yang sangat kritis untuk menentukan kelahiran seekor anak ayam. Embrio yang terdapat dalam telur tumbuh dan berkembang setiap harinya sampai akhirnya menetas menjadi anak ayam.
 
Berikut dibawah ini adalah penjelasan proses perkembangan sebutir telur selama 21 hari secara garis besar.

Hari 1 

Beberapa pembentukan sel permulaan terjadi. Untuk sel sistem pencernaan akan mulai terbentuk 18 jam setelahnya. Pada jam berikutnya sampai dengan jam ke 24, sel permulaan untuk jaringan otak mulai terbentuk. Sel jaringan tulang belakang, formasi hubungan antara jaringan otak dan jaringan syaraf ,formasi bagian kepala, darah, dan formasi awal syaraf mata juga mulai terbentuk.

Hari 2

Embrio akan bergeser ke sisi kiri dan saluran darah mulai terlihat pada kuning telur. Perkembangan sel dari jam ke 25 sampai 48 akan membentuk pembuluh darah halus dan jantung. Jaringan otak juga mulai terbentuk, selaput cairan mulai terlihat dan tenggorokan. 

Hari 3

Bagian hidung, sayap, kaki, dan jaringan pernafasan mulai terbentuk. Pada masa ini, selaput cairan juga menutupi seluruh bagian embrio.

Hari 4

Sel lidah mulai terbentuk. Pada masa ini, embrio sudah terpisah dari kuning telur dan berputar ke kiri. Sementara itu, jaringan saluran pernafasan mulai menembus selaput cairan.

Hari 5 

Saluran pencernaan dan tembolok mulai terbentuk. Di masa ini jaringan reproduksi juga terbentuk. Di saat seperti ini kita sudah dapat menentukan jenis kelaminnya.

Hari 6

Paruh mulai terbentuk. Begitu juga kaki dan sayap. Selain itu juga embrio mulai melakukan gerakan kecil.

Hari 7, 8 dan 9

Jari kaki dan sayap terlihat berbentuk. Diikuti dengan perut mulai menonjol karena jeroannya mulai berkembang. Pada masa ini bulu juga sudah tumbuh dan embrio terlihat seperti burung. Mulutnya juga terlihat mulai membuka.

Hari 10 dan 11

Paruh mulai mengeras, jari kaki mulai terpisah sepenuhnya dan pori-pori kulit tubuh mulai nampak.

Hari 12 

Jari kaki sudah sepenuhnya terbentuk dan bulu pertama muncul.

Hari 13 dan 14

Sisik dan kuku pada jari kakinya terbentuk. Tubuh anak ayam juga sudah dipenuhi dengan bulu.

Hari 14

Embrio berputar sehingga kepalanya berada di bagian tumpul telur.

Hari 15 

Jaringan usus mulai terbentuk di dalam tubuh embrio.

Hari 16 dan 17

Sisik kaki, kuku, dan paruh ayam semakin mengeras. Tubuh embrio sudah sepenuhnya ditutupi bulu yang tumbuh. Sel putih telur sudah tidak ada dan kuning telur sebagai makanan yang sangat penting bagi embrio. Paruh juga mengarah ke rongga kantung udara, selaput cairan mulai berkurang, dan embrio mulai melakukan persiapan untuk bernafas.

Hari 18 dan 19

Pertumbuhan embrio mendekati sempurna. Kuning telur mulai masuk ke rongga perut melalui saluran tali pusar. Embrio juga semakin besar sehingga memenuhi seluruh rongga telur kecuali rongga kantung udara.

Hari 20

Kuning telur sudah sepenuhnya masuk ke tubuh embrio. Embrio kemudian menembus selaput cairan dan mulai bernafas menggunakan udara di kantung udara. Saluran pernafasan embrio mulai berfungsi dan bekerja.

Hari 21 

Anak ayam lalu akan menembus lapisan kulit telur dan menetas. 

Demikian penjelasan mengenai proses perkembangan sebutir telur. Semoga bermanfaat.

Bagi kalian yang gemar bermain sabung ayam online, kalian dapat mengunjungi situs kami di 12onlinegaming untuk info lebih lengkapnya.

Promo-12onlinegaming

 

Baca juga : Tips Penetasan Telur Dengan Mesin tetas